GW GA MAU LG TINGGAL D INDONESIA, SMUA SYSTEM D SINI SUDAH GA BENER , YG SALAH JADI BENER , YG BENER MAKIN SALAH ,.... BINGUUUNG MAU MENGADU KEMANA , SMUA UDAH GA ADIL BAGI GUE, GA CUMA DI KALANGAN ATAS, YG ATAS DESAK KE BAWAH YG BAWAH MENJERIT MERONTA HINGGA SEMUA MNJADI IRONI YG GA AKAN ADA HABISNYA DI MAKAN WAKTU... LO HARUS SADAR SOB , D SINI SMUA ORANG SMAKIN GILA, GILA DALAM ARTI SEBENRNYA DAN GILA ARTI GA LADZIM ...
GW SARANIN NANTI KALO LO UDAH SUKSES JNGAN SEKALI2 LO KASIH PLUANG BUAT ORANG2 YG UDAH NGEHANCURIN NEGARA KITA, BABAT HABIS SMUA JNGAN D KASIH AMPUN ... KITA KUAT TEGAR KARNA MUDA , JANGAN MAU D BODOHI DENGAN SYSTEM YG ADA . BONGKAR SMUA. BIARKAN KITA MASA BODOH SEKARANG TAPI KITA MNYIAPKAN AMUNISI YG AKAN DATANG UNTUK MENGUBAH CATATAN KELAM TRADISI EROR G ADA DI SISNI ,,...... KEEP FIFHT LAWAN SOBAAT .. CHEERS
Sunday, 27 January 2013
Menejemen Badan koprasi
Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi
Anggota koperasi adalah pemiliki dan sekaligus sebagai pengguna jasa (identitas ganda anggota koperasi), merupakan ciri univerasal dari badan usaha koperasi, bila pemilik badan usaha dan pengguna jasa tidak identik, maka badan usaha tersebut bukanlah koperasi. Identitas anggota koperasi yang unikinilah yang membangun kekuatan produk dari koperasi, jadi yang disatukan ke dalam koperasi sebenarnya adalah kepentingan atau tujuan ekonomi yang sama dari sekolompok individ. karena itu lebih tepat apabila koperasi disebut sebagai kumpulan dari kepentingan ekonomi yang sama dari sekelompok orang-orang atau sekolompok badan hukum koperasi. Pada dasarnya, Rapat Anggota koperasi berfungsi :
- Merumuskan pola pelaksanaan kebijaksanaan pengurus secara efektif dan efisien.
- Membantu pegurus dalam menyusun uraian tugas bawahannya.
- Menentukan standart kualifikasi dalam pemilihan dan promosi pegawai.
- Pengertian Manajemen
- Pengertian Koperasi
- Pengertian Manajemen Koperasi
- 2. Rapat Anggota
- Anggaran Dasar,
- Kebijakan umum bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi,
- Pemilihan, pengankatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas,
- Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan koperasi, serta pengesahan laporan keuangan,
- Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dan pelakasana tugasnya,
- Pembagian sisa hasil usaha dan penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.
Anggota koperasi adalah pemiliki dan sekaligus sebagai pengguna jasa (identitas ganda anggota koperasi), merupakan ciri univerasal dari badan usaha koperasi, bila pemilik badan usaha dan pengguna jasa tidak identik, maka badan usaha tersebut bukanlah koperasi. Identitas anggota koperasi yang unikinilah yang membangun kekuatan produk dari koperasi, jadi yang disatukan ke dalam koperasi sebenarnya adalah kepentingan atau tujuan ekonomi yang sama dari sekolompok individ. karena itu lebih tepat apabila koperasi disebut sebagai kumpulan dari kepentingan ekonomi yang sama dari sekelompok orang-orang atau sekolompok badan hukum koperasi. Pada dasarnya, Rapat Anggota koperasi berfungsi :
- Mengesahkan AD, ART & peraturan khusus
- Mengesahkan program kerja dan anggaran pendapatan serta belanja koperasi
- Mengakat&memberhentikan pengawas
- Mengakat&memberhentikan pengurus
- Mengesahkan laporan pengawasan dan pengurus
- Menetapkan pembagian dan penggunaan SHU
- Menetapkan kebijakan dibidang organisasi, manajemen dan usaha
- 3. Pengurus
- Tugas Pengurus
- mengelola koperasi dan usahanya; sebagi pihak yang dipercaya oleh Rapat Anggota untuk mengelola organisasi dan usaha Koperasi, Pengurus koperasi harus berusaha menjalankan semua kebijakan dan rencana kerja yang telah disepakati oleh Rapat Anggota.
- mengajukan Rancangan Program Kerja secara Rencana Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK). Sebagai pengelola usaha Koperasi, Pengurus Koperasi harus memiliki wawasan bisnis yang cukup.
- menyelenggarakan Rapat Anggota; sebagai pengelola organisasi Koperasi, pengurus Koperasi antara lain harus mampu menyelenggarakan Rapat Anggota koperasi dengan sebaik-baiknya.
- mengajukan Laporan keuangan dan Pertanggungjawaban Pelaksana Tugas; sebagai pengelola organisasi dan usaha koperasi memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan kepengurusannya kepada Rapat Anggota.
- menyelenggarakan pembukaan keuangan dan investasi secara tertib;
- memelihara daftar buku anggota. Salah satu ukuran organisasi yang sehat adalah terselenggaranya administrasi organisasi yang teratur dan sistematis.
- Wewenang Pengurus
- mewakili koperasi di dalam dan di luar.
- Memutuskan penerimaandan penolakan Anggota baru serta pemberhentian Anggota sesuai ketentuan dalam Anggaran Dasar
- melakukan tindakan upaya bagi kepenringan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggungjawab dan keputusan Rapat Anggota.
- 4. Pengawas
- Tugas dan Wewenang Pengawas Koperasi
- Pengawas koperasi berwenang dan bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.
- pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan merahasiakan hasil laporanya kepada pihak ketiga.
- Pengawas koperasi meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan.
- 5. Manajer
- Tugas dan tanggung jawan pengelola :
- Merumuskan pola pelaksanaan kebijaksanaan pengurus secara efektif dan efisien.
- Membantu pegurus dalam menyusun uraian tugas bawahannya.
- Menentukan standart kualifikasi dalam pemilihan dan promosi pegawai.
- Pendekatan Sistem pada Koperasi
- Di satu pihak pemrakarsaan bagi pembentukan organisasi swadaya koperasi dapat berasal dari atas dan dari luar yaitu dari orang – orang yang tidak berkepentingan terhadap jasa pelayanan koperasi, tetapi memiliki motivasi dan cukup mampu bertindak sebagai pemrakarsa dan promotor. Cara ini akan berhasil bila ada tindakan yang positif, tanggapan yang positif dari orang yang berkepentingan dengan organisasi koperasi.
- Di lain pihak, prakarsa untuk mendirikan dan membentuk koperasi dapat berhasil dari para anggota sendiri atau dari bawah dan dari dalam.
Wednesday, 5 December 2012
PNGEMBANGAN USAHA
Pengembangan usaha biasa dilakukan dengan beberapa
teknik, salah satunya yaitu melalui perluasan cakupan usaha. Tulisan ini
akan menjelaskan mengenai teknik pengembangan usaha melalui perluasan
cakupan usaha.
Pengembangan cakupan usaha baru
sering juga dinamakan diversifikasi usaha. Saat ini, diversifikasi usaha
dilakukan pada suatu bidang saja, misalnya di bidang pertanian disebut
agroindustri, agrowisata, agrobisnis dan macam-macam diversifikasi
lainnya. Di bidang jasa diversivikasi juga dilakukan, misalnya usaha
jasa angkutan kota diperluas dengan jasa angkutan pariwisata.
Usaha join venture merupakan salah
satu cara pengembangan usaha dengan menambah cakupan usaha. Join venture
merupakan bentuk kerjasama antara perusahaan domestic dengan perusahaan
asing. Pemerintah berwenang untuk mengetahui dan menyetujui perjanjian
umum dan khusus antar pihak yang berjoin venture. Proses join venture
dilakukan dengan perantara perwakilan perusahaan asing dan
konsultan-konsultan. Pada proses terjadinya join venture, pihak-pihak
yang terlibat ialah pabrik-pabrik merk luar negeri, agen tunggal,
distributor dan lain-lain.
Dalam menambah cakupan usaha terdapat
beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu trust, holding company,
sindikat dan Kartel. Trust adalah suatu bentuk organisasi perusahaan
yang didirikan untuk menghindari kerugian masing-masing anggota dan
memperbesar keuntungan perusahaan. Trust dibentuk dengan menggabungkan
beberapa perusahaan (merger) menjadi satu dan masing-masing perusahaan
yang bergabung telah melebur diri (fusi), sehingga gabungan dari
perusahaan-perusahaan itu menjadi sebuah perusahaan besar. Trust dapat
mengeluarkan saham dan obligasi. Adapun yang disebut dengan holding
company yaitu sebuah perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang kuat
dan dapat memiliki perusahaan-perusahaan lain dengan membeli
saham-sahamnya. Perusahaan yang telah dibeli saham-sahamnya tersebut
tidak lagi memiliki kekuasaan apa-apa dan semua kebijakan ditentukan
oleh jolding company. Jadi, telah terjadi pengambilan kekayaan maupun
kekuasaan dari perusahaan tersebut kepada holding company. Sedangkan
sindikat merupakan kerjasama antar beberapa orang untuk melaksanakan
proyek khusus di bawah satu perjanjian. Biasanya hanya terbatas pada
bidang keuangan, yang dilakukan oleh kelompok investor untuk
mengombinasikan sumber-sumber keuangan mereka, untuk menjualbelikan
surat-surat berharga dari suatu perusahaan. Adapula yang disebut dengan
kartel. Kartel ini hampir sama dengan sindikat. Kartel merupakan
persekutuan antara beberapa perusahaan sejenis di bawah satu perjanjian
tertentu. Masing-masing perusahaan tetap berdiri sendiri, memiliki
kedudukan sama dan sewaktu-waktu dapat membatalkan perjanjiannya yang
telah disetujui bilamana diinginkan. Mereka terikat pada semua
perjanjian, tetapi diluar itumereka bebas. Ada beberapa jenis kartel
yaitu kartel daerah, kartel produksi, kartel kondisi, kartel pembagian
laba dan kartel harga.
Kartel daerah yaitu masing-masing perusahaan
membagi daerah pemasaran yang boleh dikuasainya. Salah satu perusahaan
tidak boleh menjual barangnya ke daerah lain. Kartel produksi, yaitu
perusahaan mengadakan perjanjian untuk menentukan luas produksi
masing-masing. Kartel kondisi, yaitu perjanjian yang mengatur
syarat-syarat penjualan termasuk syarat penyerahan barang, tempat,
penjualan tunai dan kredit, pemberian potongan dan sebagainya. Kartel
pembagian laba, yaitu perjanjian dalam menentukan besarnya laba yang
diterima oleh masing-masing anggota. Laba dibagi berdasarkan besarnya
volume penjualan yang dicapai oleh masing-masing anggota. Sedangkan
kartel harga merupakan perjanjian yang diadaka untuk menentukan harga
minimum dari barang-barang yang dijual, sehingga bentuk ini dapat
mengurangi persaingan harga diantara para anggota.
Pembahasan di atas telah menunjukkan bahwa
pengembangan usaha dapat dilakukan melalui perluasan cakupan usaha
dengan mengembangkan jenis usaha baru dan wilayah usaha baru, serta
jenis produk barang dan jasa baru yang bervariasi jenisnya.
Pengertian Pengembangan Usaha :
Pengembangan usaha adalah ” Tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang
pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan
usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari
peluang pertumbuhan usaha “ .
Sedangkan untuk usaha yang berskala besar dan mapan ,
terutama di bidang teknologi industri yang terkait “Pengembangan usaha” istilah
yang sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan
aliansi dengan yang lain, perusahaan pihak ketiga.
Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan satu sama lain
keahlian , teknologi atau kekayaan intelektual untuk memperluas kapasitas
mereka untuk mengidentifikasi, meneliti, menganalisis dan membawa ke pasar
bisnis baru dan produk baru, pengembangan bisnis berfokus pada implementasi
dari rencana bisnis strategis melalui ekuitas pembiayaan, akuisisi / divestasi
teknologi, produk, dan lain – lain .
Tingkatan Dalam Pengembangan Usaha
Jadi, pengembangan usaha memiliki tingkat yang berbeda.
Level atau tingkatan tersebut menjadi produk, komersial dan korporasi.
Berikut ini akan dijelaskan tentang tingkatan – tingkatan yang ada pada pengembangan usaha yaitu :
Berikut ini akan dijelaskan tentang tingkatan – tingkatan yang ada pada pengembangan usaha yaitu :
1. Tingkat Produk .
Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan
produk atau teknologi baru.
Meskipun tingkat pengembangan dapat berbeda dari perusahaan ke perusahaan.
Tingkat perkembangan usaha dibagi menjadi satu kategori yaitu : Perkembangan incremental.
Meskipun tingkat pengembangan dapat berbeda dari perusahaan ke perusahaan.
Tingkat perkembangan usaha dibagi menjadi satu kategori yaitu : Perkembangan incremental.
Perkembangan Incremental adalah perkembangan yang
meningkatkan fungsi yang ada
platform atau teknologi, sementara pengembangan mengganggu atau terputus-putus benar-benar hal baru yang dikembangkan dari awal.
platform atau teknologi, sementara pengembangan mengganggu atau terputus-putus benar-benar hal baru yang dikembangkan dari awal.
Misalnya dari pembangunan berkelanjutan adalah tambahan
ekstensi untuk produk yang sudah ada seperti baru baru ini untuk sampo, kamera
digital dengan pixel 5MIO untuk ponsel anda.
Dalam kedua kasus platform ponsel, shampo dan mobile tetap sama.
Dalam kedua kasus platform ponsel, shampo dan mobile tetap sama.
2. Tingkat Komersial .
Dalam contoh bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial
berarti prospeksi murni et Dur. Ini berarti berburu pelanggan baru di segmen
pasar yang baru. Dengan demikian pekerjaan ini
memerlukan individu secara psikologis yang kuat dan yang sangat didorong mampu
menangani banyak masalah.
Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial adalah saluran atau setup organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat terdiri dari mitra , agen seperti, distributor, pemegang lisensi,franchisee, atau cabang anda sendiri nasional atau internasional.
Dan terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat rantai nilai.
Pada pengembangan rantai nilai tingkat usaha adalah tentang mengembangkan penawaran produk secara keseluruhan.
Anda akan menemukan jenis pengembangan usaha / bisnis di perusahaan – perusahaan teknologi yang telah mengembangkan platform yang harus diintegrasikan atau dikombinasikan dengan teknologi lain atau platform untuk membentuk seluruh produk. Sebuah seluruh produk umumnya terdiri dari beberapa teknologi untuk membuatnya menjadi hidup.
Sebuah teknologi pada umumnya tidak dikembangkan oleh satu perusahaan tapi bersumber dari orang lain yang bertujuan untuk menghemat waktu dalam proses usaha .
Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial adalah saluran atau setup organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat terdiri dari mitra , agen seperti, distributor, pemegang lisensi,franchisee, atau cabang anda sendiri nasional atau internasional.
Dan terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat rantai nilai.
Pada pengembangan rantai nilai tingkat usaha adalah tentang mengembangkan penawaran produk secara keseluruhan.
Anda akan menemukan jenis pengembangan usaha / bisnis di perusahaan – perusahaan teknologi yang telah mengembangkan platform yang harus diintegrasikan atau dikombinasikan dengan teknologi lain atau platform untuk membentuk seluruh produk. Sebuah seluruh produk umumnya terdiri dari beberapa teknologi untuk membuatnya menjadi hidup.
Sebuah teknologi pada umumnya tidak dikembangkan oleh satu perusahaan tapi bersumber dari orang lain yang bertujuan untuk menghemat waktu dalam proses usaha .
3. Tingkat Korporasi .
Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau
membeli kompetensi organisasi tertentu Kita memasuki bidang pengembangan bisnis
perusahaan . Fokusnya adalah bukan pada produk maupun komersial tingkat tetapi
pada korporasi tingkatan usaha.
Dan pada intinya tingkat pengembangan usaha ini adalah
tentang merger & akuisisi (M & A), usaha patungan (JV), saham langsung
investasi (DEI) dan aliansi strategis.
Ini berkaitan dengan analisa bisnis portofolio, keuangan perusahaan, hukum kontrak, hukum pajak, hukum sosial, anti – kepercayaan hukum, manajemen perubahan , dan manajemen budaya.
Ini berkaitan dengan analisa bisnis portofolio, keuangan perusahaan, hukum kontrak, hukum pajak, hukum sosial, anti – kepercayaan hukum, manajemen perubahan , dan manajemen budaya.
Unsur – Unsur Dalam mengembangkan Usaha
Adapun unsur – unsur penting dalam mengembangkan usaha ada 2
yaitu :
1. Unsur yang berasal dari dalam ( pihak internal ) :
Adanya niat dari si pengusaha / wirausaha untuk
mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.
Mengetahui teknik memproduksi barang seperti berapa banyak
barang yang harus diproduksi , cara apa yang harus digunakan untuk
mengembangkan barang / produk , dan lain – lain.
Membuat anggaran yang bertujuan seberapa besar pemasukkan
dan pengeluaran produk .
2. Unsur dari pihak luar ( Pihak eksternal) :
1. Mengikuti perkembangan informasi dari luar
usaha.
2. Mendapatkan dana tidak hanya mengandalakan dari
dalam seperti meminjam dari luar.
3. Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang
baik / kondusif untuk usaha .
Aspek – Aspek Yang Diperhatikan Dalam Mengembangkan Usaha
Pengembangan usaha yang terdiri dari aspek strategi ,
manajemen pemasaran, dan penjualan, seperti :
Aspek strategi contohnya :
Meneliti jenis usaha baru dengan penekanan pada
mengidentifikasi kesenjangan (yang ada dan / atau diharapkan) oleh konsumen .
Menciptakan pasar baru .
Menciptakan produk baru dengan karakteristik yang menarik
konsumen
Aspek manajemen pemasaran contohnya :
Menembus dan menguasai pangsa pasar .
Mengolah situasi / peluang pasar yang ada dengan
teliti.
Memasarkan produk dengan jaringan yang luas seperti
impor produk ke luar negeri.
Membuat strategi pemasaran yang dapat membuat konsumen
membeli produk kita , seperti memasang iklan , brosur, dan lain-lain.
Aspek penjualan contohnya :
Memberikan saran tentang perancangan dan menegakkan
kebijakan penjualan dan proses tindak lanjut penjualan .
Banyak volume produk yang akan dijual.
Tingkat keamanan dalam proses penjualan barang.
Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan memiliki
kualitas yang baik.
Kategori Produk Baru
Kategori produk yang baru serta mengapa dilakukan
pengembangn usaha, adalah :
1) Benar – benar baru
Adalah produk yang benar-benar hasil inovasi dan baru bagi
perusahaan serta menciptakan pasar yang benar-benar baru.
2) Lini produk baru
Adalah produk yang bagi perusahaan tetapi tidak bagi pasar
karena sudah ada produk serupa di pasar.
3) Tambahan untuk lini produk yang sudah
ada
Merupakan tambahan atau supplement item atau varian dari
produk-produk lini dari suatu perusahaan yang ada. Produk ini dapat
merupakan agak baru bagi perusahaan maupun bagi pelanggan dari produk
yang sudah ada. Atau juga dalam upaya untuk memperluas segmen pasar dari produk
yang ada.
4) Perbaikan atau revisi dari produk yang
ada
Jenis produk baru yang merupakan perbaikan atau memperbaiki
kinerja sehingga memeprbaiki kinerjanya sehingga memperbaiki persepsi
pelanggan, dari produk lamanya. Lebih merupakan hal baru bagi perusahaan
termasuk akibat dari generasi teknologi baru bagi suatu produk, dan biasanya
di persepsi sama dengan produk lama yang digantinya.
5) Reposisi
Adalah produk lama yang ditargetkan untuk aplikasi baru dan
segmen pasar baru.
6) Penurunan biaya
Merupakan modifikasi produk dengan kinerja yang sama tetapi
dengan biaya yang lebih rendah.
Analisa Masalah Dan Solusi Dalam Mengembankan Usaha
Adapun analisa masalahnya adalah
1. Faktor
kurangnya permodalan.
Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk
mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada
umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan
yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya
sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan
lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang
diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi
2. Kesulitan
dalam pemasaran produk .
Kesulitan memasarkan produk dapat berakibat berlebihnya penyimpana
prodik di gudana atau over produk. Sehingga tidak ada pemasukkan bagi si
pengusaha.
3.
Persaingan usaha yang semakin ketat .
Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para pengusaha
bersaing dengan pengusaha lainnya , hal ini jika tidak diantisipasi maka
pengusaha yang kalah bersaing akan mengalami gagal produk .
4. Kesulitan
bahan baku .
Kesulitan dalam bahan baku adalah faktor yang sangat vital
dalam proses pengembangan usaha . Jika tidak ada bahan baku maka akan
dipastikan secara perusahaan tidak bisa melakukan kegitan usahanya.
5. Kurangnya
keahlian teknis dan tenaga
ahli.
Adapun solusinya adalah
1. Modal
dapat diperoleh bukan hanya dari dalam tetapi bisa juga dari luar seperti dari
pinjaman bank , hibah , dan sebagainya.
2. Membuat
saluran pemasaran yang luas seperti memasarkan barang tidak hanya di dalam
negeri saja tetapi jika bisa diekspor ke luar negeri. Dengan begitu produk kita
akan mlebih mudah dikenal oleh masyarakat .
3.
Menerapkan strategi usaha diantaranya seperti yang telah dibahas sebelumnya
seperti menerapkan strategi penjualan contonhnya membuat diversikiasi produk ,
menemukan produk baru dan sebagainya.
4. Membuat
lokasi usaha dengan mempertimbangkan mudahnya memperoleh suatu bahan baku untuk
mengembangkan usaha atau dengan kata lain memilih lokasi yang strategis dalam
usaha.
5. Merekrut
tenaga ahli dengan cara melakukan seleksi yang ketat kepada calon pelamar di
perusahaan anda , dengan demikian anda bisa mendapatkan tenaga yang benar –
benar ahli dibidangnya .
MANAJEMEN DAN STRATEGI PENGELOLAAN USAHA
Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh guna
menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan
bisnis yang diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka
tercapainya sebuah tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit
maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak pengelola bisnis.
Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.
Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.
Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.
Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:
1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.
Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.
3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.
Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.
Ada dua pendekatan yang bisa kita gunakan dalam melakukan perencanaan usaha, yaitu berdasarkan nilai investasi atau berdasarkan kapasitas usaha yang diinginkan. Berdasarkan nilai investasi biasanya dilakukan jika modal yang tersedia sudah dipatok pada nilai tertentu. Mis: si A memiliki uang senilai Rp 70 juta dan dia ingin membuat warnet berdasarkan uang yang dimilikinya. Sedang berdasarkan kapasitas, si A merencanakan untuk membuat warnet dengan kapasitas 20 PC di sebuah lokasi yang sesuai dengan keinginannya. Kedua cara ini sah-sah saja digunakan tergantung modal ataupun keinginan anda. Tentu saja, sesuaikan rencana dengan konsep dan pasar yang dituju.
Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.
Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.
Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal.
Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:
1. Manajemen produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
2. Manajemen pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.
Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran.
3. Manajemen distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
4. Manajemen finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.
Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.
STRATEGI:
- Berada pertama dipasar dengan produk atau jasa baru
-
Posisikan produk dan jasa baru
tersebut pada relung pasar ( niche market ) yang tidak terlayani
-
Fokuskan barang dan jasa pada relung
yang kecil tetapi bisa bertahan
-
Mengubah karakteristik produk, pasar
atau industri
ATAU STRATEGI LAINNYA :
- Pertahanan Bersaing Mencoba untuk produk yang menjadi “Andalan
Utama Yang Baru” dan tidak berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai
manajer kunci ahli teknik profesional yang selalu diikutsertakan dalam
pembentukan keberhasilan perusahaan
-
Perencanaan dan Studi Usaha
Perencanaan dan studi lapangan selalu diperlukan setiap kali kita ingin menjalankan sebuah usaha. Tidak peduli seberapa besar atau kecil sebuah usaha, perencanaan dan studi lapangan adalah sebuah hal yang mutlak. Hal yang sering terjadi adalah kegagalan sebuah usaha karena lemah pada perencanaan dan studi lapangan. Warnet, adalah sebuah usaha yang terlihat sederhana namun kenyataannya mulai dari perencanaan hingga pengelolaan warnet ternyata menuntut konsentrasi yang tinggi dari pelaku usaha warnet.
Studi Lapangan
Yang mana duluan, Perencanaan atau studi lapangan? Saya menyarankan supaya yang dilakukan adalah studi lapangan. Kita mulai dengan lokasi. Kita harus menentukan kriteria sebuah lokasi yang memenuhi syarat sebagai tempat yang sesuai untuk mendirikan sebuah warnet. mis:
Perencanaan dan studi lapangan selalu diperlukan setiap kali kita ingin menjalankan sebuah usaha. Tidak peduli seberapa besar atau kecil sebuah usaha, perencanaan dan studi lapangan adalah sebuah hal yang mutlak. Hal yang sering terjadi adalah kegagalan sebuah usaha karena lemah pada perencanaan dan studi lapangan. Warnet, adalah sebuah usaha yang terlihat sederhana namun kenyataannya mulai dari perencanaan hingga pengelolaan warnet ternyata menuntut konsentrasi yang tinggi dari pelaku usaha warnet.
Studi Lapangan
Yang mana duluan, Perencanaan atau studi lapangan? Saya menyarankan supaya yang dilakukan adalah studi lapangan. Kita mulai dengan lokasi. Kita harus menentukan kriteria sebuah lokasi yang memenuhi syarat sebagai tempat yang sesuai untuk mendirikan sebuah warnet. mis:
- Carilah lokasi yang mudah diakses oleh calon pelanggan anda. Lokasi yang dilewati kendaraan umum atau tidak jauh dari akses kendaraan umum.
- Perhatikan di sekitar lokasi tersebut apakah terdapat komplek pemukiman penduduk, sekolah/universitas, Bank, Perkantoran, mini market. Kemampuan ekonomi adalah faktor yang menentukan. Sebuah lokasi yang terdapat faktor-faktor yang disebutkan di atas menunjukkan potensi sebuah lokasi untuk mendirikan warnet.
- Tersedia tempat parkir minimal bagi mereka yang menggunakan kendaraan sepeda motor. Jika tersedia tempat untuk parkir mobil akan lebih bagus.
- Bagaimana kondisi lokasi ketika malam hari? Apakah cukup terang? Ingatlah bahwa warnet umumnya beroperasi hingga malam hari, lokasi yang gelap akan membuat warnet anda tidak menarik dikunjungi.
- Cobalah mencari informasi tentang kondisi keamanan lokasi tersebut, jika tingkat keamanan lokasi tersebut rendah kemungkinan anda perlu biaya tambahan untuk faktor keamanan dan biaya asuransi.
Bagaimana jika di lokasi tersebut
sudah ada atau banyak warnet? Jika sudah banyak warnet di lokasi tersebut, maka
sebaiknya carilah lokasi lain. Kecuali warnet yang anda dirikan memiliki sebuah
keunggulan dibanding warnet lain, maka mendirikan sebuah warnet di lokasi dimana
sudah banyak terdapat warnet (bahkan hingga berderet-deret warnet semua)
cenderung akan memancing persaingan yang tidak sehat.
Jika lokasi ideal (atau mendekati ideal) sudah didapatkan, maka kita lanjutkan dengan melakukan perencanaan usaha.
Perencanaan Usaha / Business Plan
Setelah studi lapangan selesai dan sudah terbayang model usaha yang sesuai, maka rencanakanlah besar investasi yang diperlukan, jangka waktu investasi akan kembali, perkiraan besar keuntungan, biaya operasional, tenaga kerja, hingga model promosi. Semuanya harus dengan perencanaan terlebih dahulu.
Rumusan umum dalam melakukan perencanaan usaha adalah sesederhana menghitung biaya investasi (capex), biaya operasional (opex), prediksi penghasilan kotor(bruto) dan bersih (netto), Waktu Titik Impas Investasi (Break Even Point) . Misalkan titik impas direncanakan adalah 2 tahun (=24 bulan) , maka rumusannya adalah sbb:
Bruto – (Opex + (capex/24)) = Netto
disini
Jika lokasi ideal (atau mendekati ideal) sudah didapatkan, maka kita lanjutkan dengan melakukan perencanaan usaha.
Perencanaan Usaha / Business Plan
Setelah studi lapangan selesai dan sudah terbayang model usaha yang sesuai, maka rencanakanlah besar investasi yang diperlukan, jangka waktu investasi akan kembali, perkiraan besar keuntungan, biaya operasional, tenaga kerja, hingga model promosi. Semuanya harus dengan perencanaan terlebih dahulu.
Rumusan umum dalam melakukan perencanaan usaha adalah sesederhana menghitung biaya investasi (capex), biaya operasional (opex), prediksi penghasilan kotor(bruto) dan bersih (netto), Waktu Titik Impas Investasi (Break Even Point) . Misalkan titik impas direncanakan adalah 2 tahun (=24 bulan) , maka rumusannya adalah sbb:
Bruto – (Opex + (capex/24)) = Netto
disini
- Bruto = penghasilan kotor selama 24 bulan
- Opex = biaya operasional bulanan (rata-rata)
- capex = biaya investasi
- netto = penghasilan bersih.
Ada dua pendekatan yang bisa kita gunakan dalam melakukan perencanaan usaha, yaitu berdasarkan nilai investasi atau berdasarkan kapasitas usaha yang diinginkan. Berdasarkan nilai investasi biasanya dilakukan jika modal yang tersedia sudah dipatok pada nilai tertentu. Mis: si A memiliki uang senilai Rp 70 juta dan dia ingin membuat warnet berdasarkan uang yang dimilikinya. Sedang berdasarkan kapasitas, si A merencanakan untuk membuat warnet dengan kapasitas 20 PC di sebuah lokasi yang sesuai dengan keinginannya. Kedua cara ini sah-sah saja digunakan tergantung modal ataupun keinginan anda. Tentu saja, sesuaikan rencana dengan konsep dan pasar yang dituju.
PENGELOLAAN
USAHA
Perencanaan Usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue
print) yang berisikan tentang misi usaha, usulan usaha, operasional usaha,
rincian financial, strategi usaha, peluang pasar yang mungkin diperoleh, dab
kemampuan serta keterampilan pengelolaannya. Perencanaan usaha mempunyai dua
fungsi penting, yaitu :
- Sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha, dan
- Sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.
Perencanaan bisnis memuat sejumlah topic, yang
meliputi :
- Ringkasan eksekutif
- Pernyataan misi
- Lingkungan Usaha
- Perencanaan pemasaran
- Tim Manajemen
- Data financial
- Aspek-aspek legal
- Jaminan Asuransi
- Orang-orang penting
- Pemasok
- Risiko
PENGELOLAAN KEUANGAN
Tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan
keuangan :
- Aspek sumber dana
- Aspek rencana & penggunaan dana
- Aspek pengawasan atau pengendalian keuangan.
Sumber-sumber keuangan perusahaan :
- Dana yang berasal dari perusahaan (pembelanjaan internal)
- Penggunaan dana perusahaan
- Penggunaan cadangan
- Penggunaan laba yang tidak dibagi
- Dana yang berasal dari luar perusahaan (pembelanjaan eksternal)
- Dana dari pemilik atau penyertaan.
- Dana yang berasal dari pinjaman, baik jangka panjang atau jangka pendek.
- Dana bantuan program pemerintah dari pusat dan daerah.
- Dana dari teman atau keluarga yang menanamkan modalnya.
- Dana ventura (investasi dana dari perusahaan besar)
Perencanaan Keuangan & Penggunaan dana, hal-hal
yang harus diperhatikan :
- Biaya awal, adalah biaya yang diperlukan ketika perusahaan akan berdiri.
- Proyeksi atau rancangan keuangan meliputi :
- Neraca harian
- Laporan laba rugi
- Laporan arus kas
- Analisa pulang pokok
TEKNIK & STRATEGI PEMASARAN
Pemasaran yaitu kegiatan meneliti kebutuhan &
keinginan konsumen (probe/search), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan konsumen(product), menentukan tingkat harga (price),
mempromosikannya agar produk dikenal konsumen (promotion), dan mendistribusikan
produk ke tempat konsumen (place).
Tujuan pemasaran adalah bagaimana barang & jasa
yang dihasilkan disukai, dibutuhkan dan dibeli oleh konsumen.
Perencanaan Pemasaran meliputi beberapa langkah, yaitu
;
- Menentukan kebutuhan & keinginan pelanggan ( dengan melakukan riset pasar).
- Memilih pasar sasaran khusus. Ada 3 jenis pasar sasaran khusus :
- Pasar individual
- Pasar khususSegmentasi pasarMenempatkan strategi pemasaran dalam persaingan. Ada enam strategi pemenuhan permintaan dari lingkungan (juga masuk dlm strategi dari bauran pemasaran):
- Berorientasi pada pelanggan.
- Kualitas
- Kenyamanan
- Inovasi
- Kecepatan ( penempatan produk & respon keinginan consumer)
- Pelayanan & kepuasan pelanggan.
PRODUK
Produk memiliki siklus hidup yang terdiri dari tahap
pengembangan, pengenalan, pertumbuhan, penjualan, kematangan, kejenuhan dan
penurunan.
HARGA
Factor-faktor yang harus dipertimbangkan antara lain ;
- Biaya barang dan jasa
- Permintaan & penawaran pasar
- Antisipasi volume pasar
- Harga pesaing
- Kondisi keuangan
- Lokasi usaha
- Fluktuasi musiman
- Faktor psikologis pelanggan
- Bunga kredit dan bentuk kredit
- Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)
STRATEGI PEMASARAN (BAGI USAHA BARU)
- Penetrasi pasar, dengan memperbesar volume penjualan dan periklanan
- Pengembangan pasar, peningkatan penjualan dengan pengenalan produk pada pasar baru.
- Pengembangan produk, modifikasi produk yang sudah ada untuk meningkatkan penjualan.
- Segmentasi pasar, pemasaran produk berdasarkan segmennya.
TEKNIK PENENTUAN HARGA
Produk baru, bertujuan untuk :
- Menghasilkan produk yang dapat diterima oleh konsumen potensial, tidak peduli berapa banyaknya.
- Memelihara pangsa pasar sebagai akibat tumbuhnya persaingan.
- Memperoleh laba.
Untuk barang konsumsi :
- Harga dibawah pasar untuk produk yang sama
- Harga di atas harga pasar
- Harga sama dengan harga pasar.
Untuk barang industri:
- Strategi Cost-Plus Pricing
Dengan menambahkan margin laba terhadap
biaya-biaya langsung.
- Biaya langsung & formulasi harga
Tidak termasuk biaya overhead pabrik
- Penentuan Harga jual model pulang pokok
Dengan menghitung besar persentasi
tertentu dari total penjualan yang digunakan untuk biaya variable.
- Untuk jasa
Menentukan harga berdasarkan
material yang digunakan untuk menyediakan jasa, tenaga kerja dan untuk
memperoleh laba.
PROMOSI
Bertujuan :
- Menginformasikan barang/jasa yang dihasilkan pada konsumen
- Membujuk konsumen agar mau membeli barang/ jasa yang dihasilkan.
- Mempengaruhi konsumen agar tertarik terhadap barang/ jasa yang kita hasilkan.
Beberapa jenis promosi ;
- Iklan (media cetak & elektronik)
- Promosi penjualan (pameran)
- Wiraniaga (dengan produk sampel ke konsumen)
- Pemasaran langsung (langsung menghubungi konsumen)
- Humas ( mempublikasikan barang melalui pamflet dsb)
KIAT PEMASARAN USAHA BARU
- Peluang Pasar
- Barang dan jasa apa yang paling dibutuhkan konsumen?
- Berapa banyak yang mereka butuhkan?
- Kualitas mana yang paling tepat?
- Berapa banyaknya?
- Tempat yang tepat
- Banyak barang yang dibutuhkan
- Target yang hendak dicapai
TEKNIK
PENGEMBANGAN USAHA
- Pengembangan skala ekonomis
Dengan menambah skala produksi,
tenaga kerja, teknologi, system distribusi, dan tempat usaha.
- Perluasan Cakupan Usaha
Dengan menambah jenis usaha baru,
produk dan jasa baru yang sekarang diproduksi (diversifikasi), serta teknologi
yang berbeda.
MANAJEMEN DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN
Manajemen kewirausahaan semua kekuatan perusahaan yang
menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis.
Strategi kewirausahaan Kesesuaian kemampuan internal
dan aktivitas perusahaan dengan lingkungan eksternal.
Strategi kewirausahaan, meliputi beberapa keputusan
strategis, yaitu :
- Perubahan produk barang dan jasa.
- Strategi menyangkut penetrasi pasar, ekspansi pasar, diversifikasi produk dan jasa, integrasi regional, atau ekspansi usaha.
- Kemampuan untuk memperoleh modal investasi .
- Analisa sumber daya manusia.
- Analisa pesaing untuk memantapkan strategi bersaing.
- Kemampuan menopang keunggulan strategi perusahaan dan modifikasi strategi.
- Penentuan harga barang atau jasa, untuk jangka pendek dan jangka panjang.
- Interaksi perusahaan dengan masyarakat luas.
- Pengaruh pertumbuhan perusahaan yang cepat terhadap aliran kas.
Wirausaha yang berfungsi sebagai
manajer perusahaan, harus memiliki kompetensi yaitu :
- Berfokus pada pasar bukan pada teknologi.
- Meramal pendanaan untuk menghindari tidak terdanainya perusahaan.
- Mambangun tim manajemen.
- Memberikan peran khusus bagi penemu.
Subscribe to:
Posts (Atom)